Dugaan Korupsi di Bumdes Desa Siboro

Samosir : Mulajadinews.com

Bupati Samosir Drs. Rapidin Simbolon MM merespon singkat terkait keluhan warga atas kinerja Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Desa Siboro. Ia mengatakan akan melakukan klarfikasi terlebih dahulu.

“Ohh, belum tahu saya, nanti saya cek dulu..” jawabnya singkat kepada wartawan, melalui pesan WhatsApp, Sabtu (05/10/2019).

Di lokasi yang berbeda, Kanit Tipikor Polres Samosir Martin Aritonang ditemui wartawan membenarkan jika pihaknya telah melakukan pemanggilan terhadap Kepala Desa dan pengurus BUMDES Desa Siboro. “Iya benar namun masih tahap klarifikasi,” ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, warga Desa Siboro Kecamatan Sianjurmulamula Kabupaten Samosir, mempertanyakan langkanya pupuk dan obat-obatan untuk pertanian di desanya. Padahal menurut warga, kebutuhan untuk pertanian itu telah diakomodir dari anggaran Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) tahun 2018 yang bergerak dibidang koperasi penjualan pupuk dan obat obatan untuk pertanian padi dan holtikultura lainnya.

Kekecewaan dan tanda tanya warga timbul lantaran setelah hampir sembilan (9) bulan lebih pupuk beserta obat obatan langka di gudang BUMDES. Salah seorang warga yang juga anggota FKTM Desa Siboro Op. Jepri mengaku dirinya sangat kecewa atas kelalaian para pengurus Bumdes di desa itu.

Kepada wartawan Rabu (02/10), Ia mengatakan dirinya dan warga lain awalnya menikmati dan mendukung program BUMDES tersebut. Kegiatan tersebut beberapa bulan awalnya berjalan baik. “Tapi sayangnya belakangan, beberapa bulan terakhir bahkan hampir 9 bulan lamanya kami tidak mendapat lagi pupuk dan obat-obatan untuk pertanian tersebut,” katanya.

Menurutnya dengan adanya BUMDES itu, warga menjadi sangat terbantu karena selain harganya terjangkau juga jaraknya yang dekat. “Di sini kami sangat terbantu dengan biaya perongkosan. Kami tidak lagi terbebani setelah adanya BUMDES di desa ini ini,” katan op. Jepri.

“Seperti halnya ongkos dari Desa Siboro ke Pangururan Rp. 10.000 sekali jalan berarti kalau PP menjadi Rp. 20.000. Belum lagi kita harus minum kopi lagi dikedai, itulah pengeluaran bila kita belanja pupuk di kota pangururan,” tambah Op. Jepri.

Editor : Intan

Penulis : TIM/N.SIMATUPANG

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.