Akibat Kecerobohan, Kades Loloana,a idanoi Berurusan Di Pengadilan

Gunungsitoli : mulajadinews.com

Sidang lanjutan perkara Perdata no 43/Pdt.G/2018/ PN-Gst. Rabu 6 februari 2019. Antara Fahela Batee Sebagai Penggugat dan Edieli Batee selaku tergugat, telah sampai ke tahap mendengar keterangan saksi.

Sidiaro Batee, saksi dari pihak penggugat mengakui bahwa tanah objek perkara adalah hak milik daripada penggugat yang diperoleh dari Faigiaro Batee ayah kandung penggugat. Dibawah sumpah, Sidiaro Batee menerangkan bahwa tergugat tidak berhak atas tanah objek perkara.

Herman Juniawan Batee, juga saksi penggugat menerangkan bahwa surat hibah yang dimiliki oleh tergugat dan sudah diajukan di dalam persidangan sebagai bukti, adalah tidak benar. Saksi (Herman/red) membantah tidak pernah menandatangani surat apapun yang berhubungan dengan urusan Edieli Batee.

Ketika dikonfrontir oleh hakim majelis mengenai surat hibah tersebut, disaksikan pengacara penggugat dan pengacara tergugat bahwa tanda tangan yang tertera dalam surat itu bukan tanda tangan saksi. Dalam persidangan pengacara penggugat mohon penegasan kepada saksi mengenai surat hibah tgl 15 januari 2018, saksi mengatakan keberatan karena ada kesan tanda tangannya ditiru atau dipalsukan, pernyataan saksi seirama dengan pernyataan hakim mejelis di dalam persidangan, bahwa tanda tangan saksi yang tertera di dalam surat hibah tersebut terkesan agak gugup dan beda dari biasanya.

Di tempat terpisah ketika diminta komentar Pengacara penggugat mengatakan bahwa jika ada pemalsuan bisa dipidana. Pengacara Penggugat menyatakan bahwa disidang berikutnya akan menghadirkan 2 orang lagi saksi tambahan. (Sz/083)

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.