Camat Ronggurni Huta Ancam Hentikan Truk Kayu

Samosir, MULAJADINEWS

Pengusaha nakal terbukti merusak jalan umum menuju Ronggurni Huta yang sering dijalani warga terutama para anak sekolah.

Tanpa memikirkan masyarakat setempat, fasilitas jalan Kabupaten Samosir pun hancur.

Hal ini akibat truk loging yang mengangkat hasil kayu pinus masyarakat yang lalu lalang melintas setiap hari di desa Saloan Toba dan Saloan Tongah Tongah Kecamatan Ronggurni Huta Kabupaten Samosir hingga merusak jalan fasilitas umum.

Dari pantauan wartawan dilokasi, pada Senin (4/2/2019), jalan ini merupakan salah satu akses jalan masyarakat untuk aktifitasnya sehari hari bahkan anak sekolah yg hendak belajar maupun pulang seusai belajar dari sekolah.

Padahal jalan Lapen ini dibagun dengan gotong royong masyarakat menggunakan dana APBN pada tahun 2013 lalu. Ketika itu, warga bersyukur dapat menikmati jalan yang bagus.

Namun kondisi jalan kini rusak berat dan terkupak kapik akibat dilewati truk tronton yang melebihi muatan tonase ulah dari pengusaha nakal asal Pangururan yang bermarga Gurning.

Hal itu dikatakan Mora Tua Malau, warga desa Salaon Toba kepada wartawan dilokasi, pada Senin (4/2’2019).

“Akibat rusak nya jalan ini, kami sangat prihatin kepada anak-anak kami ketika pergi ke sekolah, mereka sering jatuh disini ketika melalui jalan ini, apalagi waktu hujan turun, licin sekali. Sepeda motor juga sudah beberapa kali jatuh disini. Dimana truk pak Gurning tersebut membawa hasil kayu pinus dari dolok manupak dengan tonase berlebih, tambah lagi alat beratnya yang melalui jalan ini, ” ujar Mora Tua Malau.

Jalan Salaon Toba ini merupakan jalan yang dilalui warga. Kerusakan ini sudah berlangsung sejak 2 bulan terakhir.

“Sebelumnya Pak Irma selaku orang tua kami sudah pernah membuat ampang ampang (penghalang jalan) disimpang agar jangan dilalui, tapi ntah kenapa ampang ampang itu dibuka kembali oleh pak gurning, apakah itu ada persetujuan dari pak Irma saya tidak tau, tapi yang jelas kami pernah lihat dibuat disitu ampang ampang agar jangan lewat truk pak gurning,” tambah Malau.

Sampai saat ini, tidak ada upaya memperbaiki jalan ini, dan bahkan Pemerintah Kabupaten Samosir maupun Kecamatan Ronggurnihuta tidak ada upaya melakukan tindakan kepada pengusaha nakal tersebut, padahal pengangkut kayu tersebut selalu melebihi tonase 7 ton.

Ketika hal ini dikonfirmasi kepada Camat Ronggurnihuta, Sitor Silalahi berjanji akan segera melakukan pengecekan ke lokasi.

“Terimakasih kasih kepada wartawan atas informasi ini. Selama ini kami tidak tau jika kerusakan jalan kabupaten ini dilakukan salah satu oknum pengusaha yang mengangkut hasil kayu pinus masyarakat dari desa tersebut,” ujar Silalahi.

Pihaknya mengaku akan lakukan peninjauan kelapangan selambat lambatnya Selasa, (5/2/2019).

“Kita akan menyetop mereka disana.
Selama ini kami belum tau apakah ada ijin pembelian hasil kayu rakyat ini atau tidak, dan ini kami baru tau setelah wartawan yang memberitahukan ke kita adanya kegiatan pengusaha yang menganggu kenyamanan kita atau merusak jalan kabupaten semaunya saja,” pungkas Sitor Silalahi.(Red/IWO Samosir)

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.