BeritaSumatera Utara

Dana Desa Janji Matogu Patut Di Pertanyakan

Madina, MULAJADINEWS

Pembangunan Rehabilitasi Kantor Kepala desa Janji Matogu Kecamatan Bukit Malintang Kabupaten Mandailing Natal memakan biaya sebesar 342 juta rupiah lebih, dimana dana tersebut yang bersumber dari Dana Desa (DD)Tahun anggaran 2018 tahap dua.

Sebelum dilakukan pembangunan rehabilitasi kantor kepala desa Janji Matogu diketahui kondisi bangunannya masih bagus namun gedung kantor tersebut tidak bertingkat seperti sekarang sesudah dilakukan rehabilitasi.

Saat pelaksanaan pembangunan rehabilitasi untuk gedung Kantor kepala Janji matogu menuai banyak protes antar warga desa, dimana sejumlah warga menyebut bahwa pembangunan rehabilitasi kantor kepala yang sekarang yang sampai menelan biaya Rp 340 juta lebih terlalu mahal.

“Saya aja pak bangun rumah ukuran 7 x 12 lantai keramik tidak sampai 250 juta.ini kantor kepala desa kami ini, masa habis 340 jutaan ngeri kali itu lae,” sebut salah satu warga yang namanya tak mau disebutkan.

Informasi yang didapat, bahwa pembangunan rehabilitasi kantor kepala desa janji matogu banyak kejanggalan, selain biayanya yang disebut mubazir juga mengenai lantai yang seharusnya pakai keramik hingga sampai saat ini bahwa lantai kantor kepala desa tersebut tidak terpasang keramik. Sehingga keberadaan rehap kantor kepala desa Janji Matogu menjadi pertanyaan di kalangan warga desa.

Diketahui bahwa besarnya dana desa untuk desa janji matogu Tahun anggaran 2018 sebesar Rp,560.649.950. Selain untuk pembangunan rehabilitasi kantor kepala desa juga dana tersebut diperuntukkan untuk pembangunan rabat beton menuju jalan pemakaman janji matogu.

Pembangunan rabat beton yang baru selesai dikerjakan di bulan januari 2019 dimana volumenya tidak diketahui oleh warga desa, pasalnya ada plank proyek tetapi disana tidak ada disebutkan volumenya hanya terpangpang jumlah dananya sebesar Rp.216.707.000.

Informasi dari masyarakat bahwa pembangunan rabat beton yang baru selesai dikerjakan tidak sesuai dengan gambar RAB. Hal tersebut dipantau oleh LPKWRI (lembaga Pengawas Korupsi Watch) ketika pembagunan rabat beton tersebut sedang di kerjakan oleh masyarakat, sepanjang bangunan rabat beton tidak terpasang pasir urug 5 cm, galian pondasi rabat beton yang seharusnya kedalaman 35 cm dan lebar pondasi 20 cm, ketebalan cor rabat beton 15 cm tetapi fakta dilapangan tidak sesuai dengan gambar yang kita miliki.

Ketika dikonfirmasi Dinas Inspektorat kabupaten Mandailing Natal terkait pelaksanaan proyek dana desa Janji Matogu RL Husein diruang kerjanya Pihaknya mengatakan bahwa tim pemeriksa untuk desa dari dinas Inspektorat sudah ada.

“Untuk desa Janji Matogu belum bisa kita pastikan, apakah tim dari dinas Inspektorat sudah melakukan pemeriksaan atau tidak. nanti kita tanya pak bagian timnya.kebetulan ini jam istirahat,” ungkap R L Husein kepada MULAJADINEWS . (Red/Kalintan)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.