BeritaKota GunungsitoliSumatera Utara

CV. ARIBUN Diduga Langgar UU No: 22 Tahun 2001

Gunungsitoli, MULAJADINEWS

Kepulauan Nias yang terletak di sebelah barat Pulau Sumatera, Indonesia, dan secara administratif berada dalam wilayah Provinsi Sumatera Utara. Pulau ini merupakan pulau terbesar dan paling maju di antara jejeran pulau-pulau di pantai barat Sumatera, dihuni oleh mayoritas Suku Nias (Ono Niha) yang masih memiliki budaya megalitik. Pulau dengan luas wilayah 5.625 km² ini berpenduduk hampir puluhan ribu jiwa.

Kedatangan Tehnologi canggih di era saat ini dengan hadirnya Operator seluler Telkomsel terus melebarkan akses layanan internet mobile broadband 4G LTE ke berbagai kota, destinasi wisata, hingga ke pulau terdepan. Seperti di Pulau Nias, Sumatera Utara, salah satunya.

Direktur Network Telkomsel, Sukardi Silalahi pada tahun 2016 yang lalu di gunungsitoli mengatakan”Kami percaya layanan 4G LTE ini akan memberikan dampak yang positif kepada masyarakat Nias, khususnya dalam mencari dan bertukar informasi dengan lebih cepat.”

Pada saat itu Direktur Network Telkomsel, Sukardi menjelaskan bahwa hadirnya teknologi terkini 4G LTE di Nias ini juga diharapkan akan mendukung perkembangan ekonomi dan pembangunan pulau tersebut. Hal ini merupakan bagian dari komitmen Telkomsel untuk membangun negeri, katanya serius.

Pihak Telkomsel dalam hal ini bekerjasama dengan berbagai Mitra Telkomsel dan pihak SPBU yang diduga tidak tunduk pada aturan-aturan dan tidak menjunjung tinggi aturan-aturan yang sudah tertuang dalam sebuah peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah, dan sudah mengangkangi Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.

Hasil patauan media MULAJADINEWS Kepulauan Nias menyampaikan kepada beberapa Media di Gunungsitoli 22/01/2019 sekitar pukul 10.00 wib. Hal ini terkuak dalam penjelasan media MULAJADINEWS bahwa salah satu mitra Telkomsel yaitu PT. MT yang bekerjasama dengan CV. A diduga tidak memiliki izin pengambilan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi,

Izin pengangkutan yang dimaksud dalam UU nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi di Stasium Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berada di Wilayah Kota Gunungsitoli Sumatera Utara selama beberapa tahun hingga pada hari selasa tanggal 15 Januari 2019 disalah satu SPBU tertangkap kamera media, salah satu Mobil Pick Up bermuatan Genset sedang mengisi bahan bakar dalam menunjang mesin berjenis “Remote Tower site monitoring and control” dan/atau jenis “Cell Site” dan atau jenis lainnya milik PT Telkomsel dengan bekerjasama dengan PT. MT di setiap Tower Site yang berada di wilayah Kepulauan Nias.

Lebih jauh media MULAJADINEWS mengatakan, Bahwa diduga CV. ARIBUN dapat diketegorikan pada kegiatan Usaha Hilir yang dilaksanakan sebagai Badan Usaha yang terbukti menjalankan kegiatan operasional pengangkutan dan penyimpanan untuk kebutuhan genset di kurang lebih 150 unit site dalam jenis “Remote Tower site monitoring and control” dan/atau jenis “Cell Site” dan/atau jenis lainnya milik PT Telkomsel.

Sambung inisial MD mengatakan “Pemerintah dalam hal ini juga sudah terlena dimana pengawasan atas Bahan Bakar Minyak Bersubsidi kurang diperhatikan sehingga diduga telah terjadi hal-hal yang merugikan masyarakat sebagai pengguna bahan bakar bersubsidi, yang beberapa Tahun yang digunakan CV ARIBUN,” (RED/SZB)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.