BeritaHukumPerdataSumatera Utara

Diam Diam Kades Loloana’a dan BPN Mengukur Lahan Sengketa

Gunungsitoli, MULAJADINEWS

Liputan media online MULAJADINEWS kota Gunungsitoli Nias di Loloana’a kecamatan Gunungsitoli Idanoi. Rabu(30/1/2019)

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Nias melaksanakan pengukuran lahan yang sedang senketa di desa Loloana’a Idanoi kecamatan Idanoi kota Gunungsitoli pada hari senin 28/1/2019.

Tergugat di Pengadilan Negeri (PN) Gunungsitoli adalah Kepala desa Loloana’a, rupanya mengundang BPN dan Badan Hukum BPN secara diam diam untuk mengukur lahan yang sedang digugat FB di Pengadilan Negeri Gunungsitoli.

Penggugat mengatakan, “saya telah menyampaikan kepada angota BPN bawah lahan tersebut tahapan sengketa di PN Gunungsitoli namun anggota BPN tidak menghiraukan dan terus maksanakan pengukuran.”

“Anggota dari BPN sepetinya diduga kerjasama atau sekongkol dengan kepada kepala desa Loloana’a dan tidak menghargai bagai mana keputusan Pengadilan Negeri Gunungsitoli,” papar FB.

Di lokasi yang terpisah, awak media mewawancarai salahsatu pegawai BPN, dan mengatakan “kami hanya di utus oleh pimpinan kami atas undangan kepala desa untuk membuat Prona, tapi kami tidak tau bawah lahan tersebut masih lahan sengketa.”

Lebih lanjut, ditanyakan kepada Badan Hukum BPN dilokasi lahan gugatan, dengan kedatangan bapak dari BPN juga bagaimana jawaban mereka “kami hanya mau melihat dan mendengar saja dan mengikuti perintah dari pimpinan kami atas undangan kades Loloana’a.”

Diduga kades Loloana’a mengundang masyarakat banyak untuk meyakinkan pemerintah dari BPN sepertinya lahan tersebut tidak punya masalah atau dalam silang sengketa.

Ditambahkan FB sebagai pemilik Lahan “gugatan saya sedang jalan di Pengadilan Negeri Gunungsitoli, dengan materi gugatan perampasan atas tanah milik saya, saya dengan pengacara saya, akan keberatan dengan cara -cara Kepala Desa dan para Oknum seperti ini.”

Terpisah media online menyampaikan padahari senin 28-1-2019 sedang meliput tiba tiba kades Loloana’a melarang meliput di tempat lahan gugatan menampakan gerak geriknya sepertinya ingin memukul wartawan dan mengatakan kamu dari mana, saya jawab pak kades dari tadi saya sudah kasi tau saya dari media, dan kades nyebut dirinya juga dari media dan saya minta terimakasi jika pak kades itu salah satu wartawan mari sama sama menyampaikan informasi kepublik tentang permasalahan hari ini dan saya tanya pak kades kalau kamu itu juga dari media tolong tunjukan KTA dan SK supaya jangan timbul asumsi di depan umum tapi dia tidak mau menampakan .(Red/Sz)