BeritaDaerahSamosirSumatera Utara

Bangunan Dipinggir Pantai Danau Toba, Pemkab Samosir Tutup Mata

Samosir, MULAJADINEWS

Dengan banyaknya bangunan yang berdiri dan jelas ini sudah mengangkangi paraturan yang dikeluarkan oleh Pemprov Sumatera Utara, terbukti dengan adanya salah satu Usaha Cafe Topi Tao yang diduga Miliknya oknum Pejabat orang Dinas PUPR Kab. Samosir dinilai langgar Pergub Sumatera Utara No 1 Tahun 1990 tentang baku mutu air Danau Toba. Ironis bangunan diduga illegal karena tidak memiliki izin mendirikan bangunan dari dinas terkait.

Gugur Manurung M.Si. seorang pengamat Lingkungan buka bicara kepada awak media ketika dikonfirmasi Senin (28/1) Via telepon selulernya.

“Tepi pantai adalah milik umum karena itu pantai diseputaran kawasan danau Toba harus bebas dari bagunan, sebagai contoh di Pangururan pantainya seharusnya menjadi teras kota Pangururan, kini bagunan bagunan tersebut menghilangkan keindahan Pangururan,” tutur Gugur Manurung.

“Dimana daerah kota Pangururan bisa jadi kumuh jika tidak dikelola dengan baik. Semestinya pinggiran danau Toba diseputaran daerah kota pangururan harus ditata dengan baik sehingga menjadi indah. Kita bisa telisik saat ini pantai dikelola sesuka pemilik bangunan, yang menjadi pertanyaan bagaimana bisa menjadi kota wisata?, ‘danau Toba sebagai tujuan wisata‘ maka semua pantai harus ditertibkan dan itulah konsekuensi kebijakan nasional daerah danau sebagai tujuan wista yang arti kata kunci “pantai sebagai teras kota,” ungkap Gurgur.

“Perlu diketahui bahwa saat ini Lembaga KPK sudah mengagas korupsi sumber daya alam, jadi reklamasi pantai danau toba adalah Merupakan Korupsi Sumber daya alam yang dimaksud KPK,” pungkas Gugur menggakhiri.

Salah satu bangunan yang berdiri ditepi pantai danau toba

Terkait status ijin bangunan Cafe Topi Tao, mengkonfirmasi Kadis Perizinan Kabupaten Samosir Drs Resman Simbolon via seluler, “Besok saja melalui anggota yang membidangi menjelaskan.” (Red/Tim)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.