BeritaSamosirSumatera Utara

BERBAGAI PROYEK HANCUR, REKANAN JADI KORBAN

Samosir, MULAJADINEWS

Banyak kasusnya Pekerjaan Proyek kurang bermutu di daerah Kabupaten Samosir, diakibatkan kurang matang nya Perencanaan sehingga mengorbankan Rekanan (Contraktor) merugi.

Contohnya pengerjaan Dyk bertulang salah satu “item minor” dari pekerjaan Hotmix Gereja Bolon menuju siantar-antar amblas kejurang dan Pekerjaan Bronjong disamping kantor Polres Samosir amblas ke bawah tanah berlumpur kedua kegiatan itu dinilai menelan kerugian hingga Ratusan Juta Rupiah, Ucap salah seorang Warga Pangururan yang berinisial GM kepada Mulajadinews Minggu(25/11) di Pangururan.

GM lebih lanjut menjelaskan seharusnya pihak Perencana kegiatan (Bapeda) harus bertanggung jawab, jangan hanya dibebankan kepada pihak kontraktor saja yang menerima dampaknya.

Padahal pembiayaan dasar perencanaan kegiatan jelas-jelas sudah dilampirkan dalam segala pembiayaan perencanaan kegiatan tersebut seharusnya ada “sanksi” agar semua perencanaan kegiatan di tahun mendatang lebih baik lagi.

Terkait masalah 2 jenis pekerjaan proyek diatas ketika dikonfirmasi awak media, Kepala Bapeda Samosir Rudi Siahan melalui telepon seluler sekira pukul 15:04 WIB . Minggu, tidak mau mengangkat teleponnya.

Sementara itu Wakil ketua DPRD Jonner Simbolon, kepada awak media pada hari yang sama, sangat menyayangkan atas kejadian tersebut. “Disini harusnya pemerintah kita khususnya Pak Bupati mengaturkan SKPD terkait membuat perencanaan yang matang, kalau kami dari lembaga DPRD tidak lagi sampai membahas tehnik,” jawab Jonner singkat.

Salah seorang Pengawas PUPR kabupaten Samosir yang berinisial (HS) pasca amblasnya DYK bertulang tepatnya di Desa Lumban Pinggol baru-baru ini, “bahwa pekerjaan tersebut tetap akan dikerjakan walaupun akan dilibat pembiayaan kepada pihak rekanan yang intinya bahwa kegiatan itu belum PHO,” ungkap HS.( Nanang S ).

 

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Show Buttons
Hide Buttons