BeritaPeristiwaSamosirSumatera Utara

Jalan Menuju Makam Pahlawan Sidamdam Di Tutup, Warga Minta Pemkab Samosir Bertindak !

Samosir, MULAJADINEWS

Makam Pahlawan Sidamdam yang bertempat di desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Kabupaten Samosir yang dibangun tahun 2014. merupakan makam yang memiliki nilai histori dan sangat penting pada masa penjajahan Belanda khususnya diwilayah Samosir.

Makam Pahlawan ini dibangun untuk mengenang pejuang pejuang Samosir pada masa penjajahan Belanda, yang mana menurut informasi masyarakat sekitar, pada awalnya makam pahlawan ini berada di hutan dan jauh dari pemukiman masyarakat dan dipindahkan ke desa kami oleh Pemkab Samosir.

Adapun Pahlawan yang dikuburkan di makam Pahlawan Sidamdam, adalah;

  1. Op tuan Raja Marhehe Malau
  2. Op. Barutu Siringoringo
  3. Op. Telam Situmorang
  4. Op. Jahoras Situmorang
  5. Op, Sitolu Opung Simbolon
  6. Op. Gareja Harianja
  7. Op. Sarbut Tampubolon
  8. Op. Tabe Sinaga
  9. Op. Mangatur simbolon

Akan tetapi pada bulan Oktober lalu jalan menuju makam ini ditutup oleh salah seorang warga yang merasa jalan itu adalah miliknya, tidak diketahui pasti apa penyebabnya namun kenyataanya jalan itu benar-benar ditutup dengan menggunakan tembok penahan tanah (pasangan batu).

Jalan menuju Taman Makam Pahlawan Sidamdam dan Pemukiman Masyarakat yang ditutup

Selain akses menuju makam Pahlawan, jalan ini juga akses menuju beberapa perkampungan dengan ratusan jumlah penduduk desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Samosir.

Hal ini terpantau awak media saat berada dilokasi pada (7/11/2018). Menurut keterangan warga setempat jalan itu ditutup oleh pemilik tanah bermarga Malau, warga desa Rianiate, Kecamatan Pangururan, Samosir.

Kepala desa Rianiate, P. Sitanggang, mengatakan “sudah beberapa kali melakukan mediasi terhadap marga Malau yang melakukan penutupan jalan tersebut tetapi tetap tidak dapat titik terang, hingga jalan tersebut tidak dapat dilintasi,”

Warga yang tinggal di sekitar makam pahlawan Sidamdam tersebut menyampaikan keluh kesanya kepada awak media.

S. Simbolon (49) warga Sihusapi, desa Rianiate mengatakan, “kami mengeluhkan penutupan jalan itu, karena itu merupakan akses dari dulu menuju kampung kami,”

M.sinaga (50) warga Sihusapi, desa Rianiate menyampaikan “Jalan menuju desa kami sudah sebulan di tutup, dan kami berharap harapan Pemkab Samosir dapat membantu dan menyelesaikan masalah yang kami alami ini,”

Informasi yang dihimpun dari masyarakat Sihusapi desa Rianiate, Pangururan, bahwasanya tanah kawasan makam tersebut merupakan asset milik Pemkab yang sudah dibeli dari oknum yang melakukan penutupan akses jalan tersebut.

Lokasi Makam Pahlawan Sidamdam

Informasi dari H.M(63), menjelaskan pemilik tanah tempat jalan yang ditutup tersebut adalah warga Simangonding, Kelurahan Siogung-ogung, Pangururan, Samosir.

“Sebenarnya bukan saya pemilik tanah itu tapi adik saya yang tinggal didaerah Simangonding,” tutur H.M.

“Sebelumnya sudah pernah ada janji akan melakukan pertemuan di rumah Dinas Bapak Bupati, tapi sampai hari ini belum terlaksana”,tegas H.M.

Pemantauan media sampai berita ini ditayangkan, akses jalan belum juga terbuka, sehingga masyarakat merasa kesulitan dan hal ini mengganggu perekonomian mereka.

“Jika ini tidak secepatnya diatasi Pemkab Samosir, kemungkinan warga setempat akan melakukan unjuk rasa ke kantor Bupati,” tegas M. Simbolon.(Red Tim)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Show Buttons
Hide Buttons