Katanya Samosir Defisit Anggaran, Tapi Sanggup Hamburkan Anggaran

Samosir, mulajadinews.com

Defesit APBD merupakan selisih kurang antara pendapatan daerah dan belanja daerah pada Tahun Anggaran yang sama dimana defisit terjadi bila jumlah pendapatan lebih kecil daripada jumlah belanja.

“Contoh rillnya Danan Alokasi Umum (DAU) kita sekitar Rp.775 Milliar lebih sementara belanja sekitar Rp. 846 Miliard berarti anggaran kita defisit sekitar Rp.70 milliar ini semua karena  banyak kegiatan yang diprogramkan  antara Bupati dengan pihak DPRD,”  ucap Wakil Ketua DPRD Samosir. Drs Jonner Simbolon Senin (29/10).saat bincang -bincang dengan Rekan Media diruangan Humas DPRD Setempat.

Disini kita perlu kita sesuaikan pengganggaran lebih skala prioritas dampak jelas menyentuh ekonomi kerakyatan contoh membuat jalan usaha tani, membuat penakaran bibit holtikultura sehingga tidak perlu lagi membeli bibit dari luar dan membangun embung besar untuk dapat mengairi persawahan  pertanian dan banyak lagi .

Sementara kalau kita lihat dan banyak tanggapan masyarakat kita dengar bahwa Event Samosir Jazz Seasons 2018 yang digelar halaman Hotel Dainang Pangururan Sabtu (27/10) terkesan dipaksakan alias menghamburkan anggaran tanpa dampak yang berarti bagi masyarakat setempat.

“Hal kegiatan seperti ini perlu dievaluasi kembali kedepan sehingga APBD kita dapat tersalur berbasis skala prioritas demi kemajuan daerah ini,” tegas Jonner.

Senada dari salah seorang tokoh masyarakat, Pak Siska Naibaho melontarkan komentar serupa dengan wakil ketua DPRD Samosir “disini seharusnya para SKPD se-kabupaten Samosir sudah menempatkan anggaran berbasis skala prioritas contohnya kecil membangun akses jalan kepelosok pelosok desa antar kecamatan bila perlu sudah menjadi “Jalan Hotmix”sehingga para petani kopi di daerah ini mendapat kemudahan dalam pengakutan tranportasinya mengangkut hasil bumi,” ujarnya.

Pak Siska lebih lanjut menjelaskan”bukan membangun taman bunga di wajah kota pintu masuk kota Pangururan, tepatnya simpang empat Gereja Bolon yang  seharusnya daerah itu menjadi “trek Jogging” yang selama ini telah dimanfaatkan masyarakat  hingga ke Jalan Sisingamangaraja kelurahan Pasar Pangururan atau ibukota Kabupaten Samosir untuk olah raga pagi,”.

“Dan banyak lagi saya kira Dana APBD yang penempatanya kurang tepat  sasaran atau masih sarat kepentingan padahal kalau boleh kita jujur Samosir daerah penghasil Kopi yang cukup besar yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber PAD daerah ini selain sumber PAD dari pajak restauran dan semestinya semua potensi harus kita manfaatkan sehingga penilaan pemerintah atasan dapat menaikkan anggaran yang lebih baik lagi,bukan penurunan hingga Rp.700 Milliar saja dari sebelumnya sudah mencapai Rp.900 milliar,” lebih ungkap Pak Siska.

Samosir dulu jalan protokol merupakan jalan Provinsi atau tanggung jawab Provinsi yang saat ini sudah meningkat menjadi jalan nasional yang telah di diatur penataanya “kita disini tidak perlu lagi membuat pengganggaran yang mempergunakan uang APBD terkait jalan tersebut cukup memfasilitasi saja antara warga dengan pemerintah pusat bila ada pembebasan lahan,” tambah Pak Siska.(Redaksi)

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.