Air Kehidupan Dari Bakara

Bakara, mulajadinews.com

Air kehidupan atau Aek Sipangolu adalah nama sebuah air terjun di desa Bakara, Bakti Raja, Humbang Hasundutan. Wisata alam lokal nan indah. Konon air ini bisa menyembuhkan berbagai penyakit, dan orang yang mendi di sini bisa awet muda sehingga tidak jarang orang berkunjung untuk mengambil airnya, berdoa dan berziarah.

Aek Sipangolu adalah salah satu Air Pusaka peninggalan Kerajaan raja Sisingamangaraja XII. Aek Sipangolu ini berasal dari bekas kaki Gajah Raja Sisingamangaraja. Saat Raja Sisingamangaraja berada di atas bukit menelusuri jalan setapak melihat gajah yang ditungganginya kehausan, disekitar bukit tersebut tidak ada sumber air untuk diminum. Raja Sisingamangaraja kemudian menancapkan tongkatnya ke tanah sembari berdoa kepada Ompung Mula Jadi Nabolon, secara ajaib keluar air setelah tongkatnya diangkat dari tanah tersebut.

Dengan demikian, raja Sisingamangara meminum air yang keluar dari bekas tancapan tongkatnya serta memberikan air tersebut kepada gajahnya. Awalnya air yang mengalir dari tempat ini disebut Aek Bibir, Dulunya Sisingamangara meminum air tersebut langsung dengan bibirnya. Dari aliran mata air dari atas bukit tersebut mengalir langsung dan bermuara di Danau Toba. Serta masyarakat percaya bahwa ditempat ini jugalah raja Sisingamangaraja membuat tempat permandian pribadinya.

Sejak itulah sekitar tahun 1939 Aek Bibir berganti nama menjadi Aek Sipangolu (air kehidupan). Sejak kejadian itu tersebar berita ajaib ini keseluruh tempat. Dan sampai saat ini masih dipercaya bahwa Aek Sipangolu bisa menyembuhkan berbagai penyakit. Meskipun kemarau panjang aliran Aek Sipangolu ini tak pernah kering.

Sarana dan prasarana pendukung di tempat ini cukup lengkap berupa kolam renang, tempat pemandian umum, toilet dan kantin. Air kolam langsung dialirkan dari mata air dimaksud. Sampai saat ini penataan lokasi dan penambahan sarana prasarana pendukung masih terus dikembangkan demi kepuasan wisatawan.

Jarak dari Dolok Sanggul sektar 18 Km atau sekitar 39 menit ke lokasi dengan kondisi jalan baik. Disarankan agar pengunjung tetap menjaga kesakralan lokasi dengan tidak membuang sampah sembarangan dan tetap berlaku sopan.(Nilau).

Be the first to comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.