KADISDIK HARUS TINDAK TEGAS PELAKU PUNGLI DI SEKOLAH

Bogor, mulajadinews.com

Kasus demi kasus yang berbau pungli bertumbuh bagai jamur di dunia pendidikan seantero Kabupaten Bogor. Dengan berbagai modus, mulai dari penjualan buku LKS, penjualan bangku saat penerimaan murid baru, penjualan seragam sekolah batik dan pakaian olah raga dengan harga melangit, pungutan uang bangunan, pungutan pembangunan tembok/pagar sekolah, pungutan pembangunan mushola, pungutan uang kas, study tour, penjualan formulir/map, pungutan uang daftar ulang dan berbagai modus lainnya marak terjadi.

Ketua LSM LAPINDO, Francisco, SH. M.Hum mengatakan bahwa pungli dengan berbagai modus tersebut harus dihetikan.
“Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor harus mengambil tindakan tegas terhadap para kepala sekolah yang terbukti lakukan pungli dengan berbagai modus!”, demikian sebut Frans kepada media.
Menurutnya, ada banyak sekolah milik pemerintah yang kerap lakukan pungli dengan berbagai modus. Modus dengan menjual pakaian seragam dengan harga tinggi, jual lks dan lain sebagainya.

“Hasil temuan kami dilapangan, SD N PABUARAN 02 jual LKS dengan harga 100 ribu untuk sepuluh buku lks. Ini sudah terkategori pungli. Dan hal tersebut telah dilakukan secara berulang! Kadisdik harus menindak tegas pelakunya. Dan apabila pihak dinas tidak lakukan sanksi tegas maka kami selaku masyarakat yang cinta akan pelaksanaan negara yang bersih dari korupsi dan pungli akan menyampaikan hal ini ke penegak hukum agar diusut sampai tuntas!”, tegas nya.

Ditempat terpisah namun masih senada dengan Frans, Jonni Siregar selaku Ketua Masyarakat Peduli Sekolah mengatakan bahwa pihaknya mendukung program pemerintah pusat dalam pemberantasan korupsi dan pungli.

“Pungli dan korupsi harus dihapus, pelakunya harus ditindak tegas secara hukum!”, sebut Jonni yang dihubungi lewat seluler.

Lebih tandas Jonni mengatakan, “SMP N Kemang 01 harus ditindak tegas, mereka selalu jual map pada pelaksanaan ppdb dengan harga 25 ribu rupiah. Apakah pemerintah tidak mempasilitasi PPDB? Dan mengapa harga satu map senilai itu? Sekolah sudah dijadikan ladang bisnis, Dinas terkait harus mengambil sikap tegas!”.

Selanjutnya Jonni juga mengatakan bahwa pihaknya juga ada temuan penjualan lks dibeberapa sekolah lainnya. Selain penjualan lks, ia juga mengatakan bahwa ada sekolah yang memungut uang daftar ulang. Saat dipertegas sekolah mana saja yang melakukannya, Jonni mengatakan akan mebeberkannya lain waktu. “Bukan hanya jual map saat ppdb seperti di SMP NEGERI KEMANG 01, pungut uang daftar ulang juga ada dan jual lks!”, pungkasnya.
(Naga).

Iklan

Be the first to comment

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.