Berita

ADAKAH DASAR HUKUM PENJUALAN LKS?

Bogor, mulajadinews.com

Informasi yang beredar dikalangan masyarakat menyimpulkan terjadinya penjualan Buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di SD N 02 PABUARAN, Desa Pabuaran Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor.

Mendapat informasi tersebut awak media www.mulajadinews.com lakukan penelusuran. Dan ternyata benar, sekolah tersebut menjual lks seharga seratus ribu rupiah untuk sepuluh buku LKS. LKS tersebut dijual di rumah salah seorang pegawai sekolah. Hal ini diyakini untuk menghindarkan sorotan publik terhadap perlakuan pungli dengan modus LKS.

Penjualan lks tersebut diyakini merupakan modus operandi lakukan pungli. Pasalnya adalah pada 58 item larangan SABER pungli ada tertulis penjualan LKS. Selain itu Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor juga telah mengeluarkan surat edaran larangan.

Ketua MASYARAKAT PEDULI SEKOLAH, JONNI Siregar berpendapat bahwa sekecil apapun perbuatan melawan hukum patut ditindak lanjuti secara hukum. “Apapun itu bentuknya dan sekecil apapun itu, yang namanya melanggar hukum harus ditindak!”, kata Jonni kepada media di kantornya hari ini, Sabtu, 21/7/2018.

Senada dengan Jonni, Frans Samosir selaku ketua LSM Lapindo mengatakan bahwa pihaknya tak akan membiarkan perlakuan pungli di sekolah. “Kami akan segera buat laporan. Ini adalah pungli terselubung. Tak ada dasar hukum menjual LKS. itu hanya modus!”, sebut Frans.

Luthfi, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor lewat pesan elektroniknya mengatakan bahwa penjual LKS tidak diperbolehkan. “Tidak boleh”, jawab Luthfi singkat menjawab peetanyaan awak media lewat pesan elektronik.

Ketika hal ini akan dikonfirmasi kepada Kepala SDN 02 PABUARAN, yang bersangkutan tidak dapat ditemui. Demikian pula halnya Bendahara Sekolah yang dimana menurut informasi dari sumber yang dapat dipercaya bahwa LKS tersebut ditempatkan dirumahnya, tidak menjawab pesan elektronik saat dikonfirmasi.

Penjualan LKS yang dilakukan oleh sekolah di luar lingkungan sekolah menurut Frans adalah modus lama agar seolah olah pihak sekolah tidak terlibat. “Sudah lama LKS dijual di luar sekolah dan itu modus lama agar seolah olah pihak sekolah tidak terlibat. Namun perlu kita yakini bahwa apapun yang terjadi di sekolah sudah barang tentu atas sepengetahuan kepseknya. Apapun alasannya tidak boleh ada jual LKS!”, tegas Frans. (JP).

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.