BeritaDaerahMedanPeristiwaSumatera Utara

Kapolda Sumut menjadi Irup Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54

Medan, mulajadinews.com

Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Jl. Pemasyarakatan Tj. Gusta Medan, Kapolda Sumut IJP Drs. Paulus Waterpauw menjadi Irup pada Upacara Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-54 Tahun 2018. pada hari Jum’at, 27 April 2018, Pkl 07.30 Wib s/d selesai.

Dihadiri oleh :
– Kakanwil Kemenkumham Provsu, Sdr. Liberti sitinjak
– Pangdam I/BB diwakili oleh Staf Ahli Pangdam Bidang Sosbud Kolonel Kav. Halilintar
– Pengadilan Tinggi Sumut, diwakili oleh Hakim Tinggi Roslina Sitorus, SH, MH
– Kajati Sumut, diwakili oleh Kasi Kamneg Tibum TPUL Kejati Edmon Purba
– Kepala Divisi Pemasyarakatan, Sdr. Heri Yulianti
– Kepala Divisi Administrasi, Sdr. Imam Jauhari
– Kalapas Militer, Sdr. Kolonel Chk Makmur Surbakti
– Kalapas Kelas I Medan l, Sdr. Asep Safrudin
– Wakil Walikota Medan, Sdr. Ir. Akhyar Nasution, M. Si
– Para Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan Kementrian Hukum dan HAM
– Para Kalapas Medan sekitarnya
– Ibu-Ibu Dharma Wanita
– Para peserta upacara sebanyak 500 orang.

Yang ikut serta rombongan Polda Sumut yaitu, Karo Ops, Dir Reskrim Sus, Dir Resnarkoba, Kabid Humas, Dir Tahti, Wadir Reskrimum, Wakapolrestabes Medan.

Amanat Menteri Hukum dan Ham RI yang dibacakan oleh Kapolda Sumut :
– Lahirnya pemasyarakatan sebagai lembaga pelaksana pidana pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari sistem pemidanaan yang bersifat imperative yang berarti mempunyai kewenangan untuk memaksa/harus ditaati.
– Menjalankan upaya paksa sebagai bentuk dari pelanggaran pidana ada kewajiban dari negara untuk tetap melindungi kepentingan terpidana dari aspek kebutuhan dan manfaat terpidana serta pemenuhan hak ketika menjalani pidana.
– Bagian dari pemerintah wajib memberikan pelayanan sebaik-baiknya, serta tetap menumbuhkembangkan sikap aspiratif, transparan, responsif terhadap semua situasi dan perubahan yang terjadi pada lingkungan strategis serta mampu menciptakan harmonisasi terhadap berbagai perbedaan yang terjadi dalam pelaksanaan tugas.
– Upaya pemasyarakatan untuk terus memberikan pelayanan yang terbaik merupakan bukti bahwa negara hadir ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan dan menjawab segala permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat.
– Wujud nyata dari kerja keras dalam rangka mengeliminir persepsi masyarakat terhadap minimnya output yang dihasilkan oleh jajaran pemasyarakatan telah dibuktikan dengan adanya Pagelaran Indonesia Prison Art Festival yang melibatkan 457 perwakilan warga binaan pemasyarakatan dari seluruh Indonesia.
– Marilah kita bersatu untuk membuat komitmen besar membangun pemasyarakatan dengan menjalankan tugas yang dilandasi oleh Peraturan Perundang-undangan serta mampu menciptakan iklim birokrasi yang efektif, efisien, bersih dari korupsi dan siap melayani masyarakat.
– Kepada seluruh jajaran Pemasyarakatan saya berpesan tetaplah semangat bekerja dengan penuh dedikasi dan pantang menyerah, tunjukkan rasa cinta mu terhadap bangsa dan negara ini dengan memberikan dharma baktimu melalui pengabdian yang terbaik.

Yang mana Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) memiliki tahanan sebanyak 514 anak, dengan pelaksanaan pemusnahan Barang Bukti hand phone hasil razia di lembaga-lembaga pemasyarakat se-Sumut, sebanyak 3.098 dan charger sebanyak 2.952.(Red 075/ Sumber : Dumm. Kabid Humas Polda Sumut)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.