Berita

PEMERINTAH HARUS TINDAK TEGAS PELAKU PELECEHAN TERHADAP WARTAWAN

Jakarta, mulajadinews.com

Kasus pelecehan terhadap wartawan saat lakukan tugas jurnalistiknya kian marak terjadi. Berbagai organisasi wartawan meneriaki bahkan mengecam dengan tegas perlakuan tersebut. Perlakuan pelecehan terhadap wartawan saat laksanakan tupoksinya kerap dilakukan oleh para pemangku jabatan maupun pemangku amanah rakyat. Sadar atau tidak sadar, para oknum pejabat publik, oknum TNI, oknum Polisi dan kalangan masyarakat lainnya, bahwa wartawan adalah merupakan pilar ke empat bangsa ini.

Demikian pula halnya, mereka yang digaji oleh negara tentu mendapat kehidupan dari uang rakyat yang dimana sebahagian adalah pajak dan retribusi yang dipungut dari wartawan. Dengan melakukan pelecehan, penganiayaan, penolakan terhadap wartawan berarti telah melakukan pelecehan terhadap salah satu pilar babgsa ini sekaligus melecehkan pembayar pajak. Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua LSM LASKAR PEDULI INDONESIA (LAPINDO) kepada wartawan hari ini, senin, 23/4/2018 di Kantor nya. Hal tersebut diungkapkannya sehubungan adanya dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum TNI AL terhadap wartawan. “Kita sangat prihatin atas perlakuan dari sejumlah oknum TNI AL yang menurut kabar di media telah lakukan penganiayaan terhadap wartawan”, sebut nya. Lebih jauh aktivis anti korupsi ini mengatakan bahwa penganiayaan, penolakan maupun penjebakan dan lain lain terhadap wartawan saat lakukan tugas jurnalistik adalah merupakan pelecehan terhadap profesi. “Ini merupakan pelecehan profesi. Oleh karena itu, Pemerintah harus bersikap tegas!”, tegasnya. Ia juga mengatakan, “belakangan ini ada banyak wartawan dilecehkan di berbagai daerah. Seperti dinl Aceh Tenggara, ada kejadian pembakaran rumah wartawan. Diduga pelakunya adalah orang suruhan dari oknum pejabat yang kerap diberitakan oleh wartawan dalam kasus indikasi korupsi. Tak jarang pula kita dengar para oknum pejabat yang menolak kehadiran wartawan dengan tudingan sekedar ngorek borok. Demikian pula kabar dari Medan yang dimana ada wartawan di prodeokan karena mengangkat berita perilaku miring orang berpangkat. Ada pula terdengar kabar adanya pengeroyokan terhadap wartawan. Ini semua harus dihentikan. Pemerintah harus bersikap tegas”.

Jika dikaji lebih jauh, penolakan terhadap wartawan dapat diindikasikan karena penolaknya telah melakukan perbuatan melawan hukum. Sebab, jika ia merasa bersih, tak mungkin takut diberitakan. Bahkan sebaliknya, jika ia merasa bersih, tentu bangga masuk dalam pemberitaan. Dalam hal ini, dapat diduga bahwa setiap orang, kelompok maupun golongan yang berusaha menghindar dari jepretan kamera wartawan adalah mereka yang telah meyakini dirinya telah berbuat kesalahan. (AM)

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.